JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


Volume 14 Nomor 1 Maret 2013 == PENGARUH PUPUK KANDANG PADA BEBERAPA JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN Kambang V Asie, Saputera, Hadinnupan Panupesi, Syahrudin
16 September 2013, 1:32 pm
Filed under: Analisis Kritis, Penelitian

PENGARUH PUPUK  KANDANG  PADA BEBERAPA JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE

(Effects of Several Manures on Different Soil Types on Growth and Yield of Ginger)

Kambang Vetrani Asie1, Saputera1, Hadinnupan Panupesi1 dan Syahrudin1

1Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Korespondensi : kambangvasie@yahoo.co.id

 

ABSTRACK

 The purpose of this research was to determine effects of several manures on different soil types on growth and yield of ginger.  The result showed that (1) there was no interaction between manure and three types of soil  for all parameters (2) application of chicken manure could increase ginger’s plant height, number of tillers, leaf area and fresh weight (3) peat soil could enhanced  growth and yield of ginger by increasing of leaf area and fresh weight per clump.

 Key words : ginger, manure types, soil types

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang pada beberapa jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe. Hasil penelitian menunjukkan  (1) tidak ada interaksi antara  pemberian beberapa jenis pupuk kandang dan tiga jenis tanah sebagai  media tumbuh  terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe (2) pemberian pupuk kandang ayam mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun dan bobot rimpang segar jahe  (3) tanah gambut sebagai media tumbuh  mampu  meningkatkan  pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada  variabel pengamatan luas daun dan bobot rimpang segar jahe.

 Kata kunci : Jahe, jenis pupuk kandang, jenis tanah.

PENDAHULUAN

Perkembangan tanaman jahe di Kalimantan Tengah saat ini kurang diperhatikan, ini terbukti jahe yang ada dipasaran berasal dari luar daerah.  Salah satu kendala dalam pengembangan tanaman jahe di Kalimantan Tengah adalah kondisi lahan yang  didominasi oleh tanah marjinal dengan sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, 2011 melaporkan produksi jahe yang dihasilkan di Kalimantan Tengah tahun 2010 sebanyak 381.241 kg.  Produksi terbanyak dihasilkan di Jawa Tengah 30.860.553 kg.

Tanaman jahe dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Kondisi tanah yang diharapkan adalah lahan subur, gembur dan berhumus baik secara fisik maupun kimia.  Kesuburan fisik untuk memberikan kesempatan kepada akar untuk berkembang secara luas, sedangkan kesuburan kimia tanah dapat menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup dan keadaan tersedia untuk diserap olah tanaman.  Setiap jenis tanah mempunyai nilai kesuburan yang berbeda, sehingga nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan, hasil dan kandungan kimia tanaman,  sehingga perlu dipelajari program pemupukan berbeda  untuk setiap jenis tanah.  Program pemupukan ini untuk meningkatkan kesuburan baik fisik, kimia maupun biologi diperlukan pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang. Peranan pupuk kandang sangat ditentukan oleh sumber dan susunan makanan ternak, kelancaran dekomposisi serta hasil dekomposisi.  Gaur (1980) dalam Rizal (2006) mengemukan bahwa keragaman kualitas bahan organik disebabkan oleh sumber bahan organik yang menentukan hasil dekomposisinya.

Kandungan N, P2O5 serta K2O yang terdapat dalam pupuk kandang dari : ayam adalah 1,0%; 0,80%; 0,4%; kambing  0,95%; 0,35%; 1,0%; dan sapi 0,60%; 0,15%; 0,45% (Sutejo, 1995). Menurut Setyamidjaja (1996) jumlah bahan organik yang terdapat pada pupuk kandang kambing, sapi, dan ayam berturut-turut adalah 38%, 12%, dan 20%.  Bahan organik di dalam tanah didekomposisi oleh mikro organisme tanah yang menghasilkan humus yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.  Humus di dalam tanah dapat memperbaiki kestabilan dan struktur tanah, membantu agregasi tanah, memperbaiki drainase dan aerasi tanah (Vaughan dan Malcolm, 1985 dalam  Triwahyuningsih, 1994).  Bahan organik tanah berperan sebagai reservoir untuk hara dan mencegah pencucian hara serta meningkatkan KPK tanah.

Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman industri yang dikehendaki menghasilkan rimpang sebanyak mungkin.  Untuk mencapai tujuan tersebut tanaman harus dipersiapkan sebelumnya, yaitu antara lain jenis tanahnya, perlakuan yang diterapkan serta ekosistemnya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan akan sangat berpengaruh terhadap produksi pada waktu selanjutnya, yaitu komposisi kimiawi rimpang jahe. Pemupukan termasuk bagian dari pemeliharaan dengan tujuan untuk mendapatkan pertumbuhan sebaik mungkin,  sehingga tanaman dapat memberikan produksi yang optimal.  Faktor yang mempengaruhi efisiensi pemupukan untuk mendapatkan respon yang baik dari tanaman diantaranya adalah jenis pupuk yang dipakai.

Fase pertumbuhan tanaman jahe yang relatif lama (tergantung jenisnya) memerlukan unsur hara yang cukup, seimbang dan berkesinambungan.  Kebutuhan hara pada fase ini berhubungan erat  dengan potensi tanah, pemupukan serta umur tanaman. Pemupukan pada tanaman jahe hingga saat ini tidak diberi pupuk tambahan, cukup dengan pupuk kandang dengan  takaran minimum 20 ton/ha untuk meningkatkan hasil rimpang jahe (Badang Litbang Pertanian, 2010). Pupuk kotoran ternak yang diberikan dengan kandungan dan bahan ikutan serta sifat tertentu yang tidak sama akan menimbulkan pengaruh yang tidak sama pula terhadap tanaman.

Merunut pada  permasalahan tersebut diatas, maka  perlu dilaksanakan suatu penelitian tentang jenis pupuk kandang ditinjau dari segi agronomis dan efisiensinya, serta  jenis pupuk kandang apa yang sesuai bila ditinjau dari jenis tanahnya, sehingga akan diketahui pertumbuhan, dan hasil  tanaman jahe yang optimal.

BAHAN DAN METODE

             Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.   Waktu Pelaksanaan penelitian selama 4 bulan.  Analisis sampel tanah dilakukan di laboratorium Analitik Universitas Palangka Raya.  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah gambut pedalaman, alluvial dan ultisol, diambil pada lahan yang berbeda, bibit jahe, polibag hitam berdiameter 40 cm dan tinggi 35 cm,  pupuk kandang ayam, sapi, kambing, dan dolomit, dan bahan-bahan kimia yang menunjang analisis di laboratorium.

Alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat ukur (meteran/penggaris), alat pemeliharaan tanaman, alat panen, timbangan analitik, pengayak tanah berukuran 2 mm dan 5 mm, dan peralatan lain yang menunjang pengamatan dan analisis data.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.  Faktor pertama adalah tiga jenis tanah, yaitu tanah gambut pedalaman (T1), tanah alluvial (T2) dan tanah ultisol (T3). Faktor kedua adalah  jenis pupuk kandang yang digunakan, yaitu tanpa pupuk kandang (P0), pupuk kandang ayam (P1), pupuk kandang sapi (P2), dan pupuk kandang kambing (P3). Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (buah). luas daun (cm²), bobot rimpang segar saat panen (gram).

  

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tidak ada interaksi antara pemberian beberapa jenis pupuk kandang dan tiga jenis tanah yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe  pada semua variabel dan umur pengamatan. Hal ini diduga karena kedua perlakuan  tidak mampu bersinergi (bekerjasama) untuk saling berinteraksi (timbal-balik) mendukung pertumbuhan tanaman jahe. Menurut Hanafiah (1995), tidak terjadinya  interaksi dua faktor perlakuan dapat menunjukkan kedua faktor tidak mampu bersinergi (bekerjasama) karena mekanisme kerjanya berbeda atau salah satu faktor tidak berperan secara optimal atau bahkan bersifat antagonis, yaitu saling menekan pengaruh masing-masing atau memiliki  peranan yang sama di dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe. Walaupun tidak terjadi  interaksi pada kedua perlakuan tersebut, namun masing-masing perlakuan faktor tunggal memberikan pengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe.

Pengaruh Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe

Pemberian  beberapa jenis pupuk kandang pada tanaman jahe  memberikan pengaruh terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah anakan pada umur pengamatan 9 MST 12 MST dan 15 MST  (Tabel 1 ), begitu juga terhadap variabel luas daun dan bobot rimpang segar jahe (diamati pada saat panen umur 15 MST).

Tabel 1 menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe,  dibandingkan dengan perlakuan lainnya (pupuk kandang sapi dan kambing), walaupun pada variabel tinggi tanaman dan jumlah anakan antar perlakuan pupuk kandang tidak berbeda nyata, tetapi secara rata-rata pemberian pupuk kandang ayam memberikan respon yang positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe. Hal ini diduga karena pupuk kandang ayam relatif lebih cepat terdekomposisi. Pupuk kandang ayam (Hardjowigeno, 1995) memiliki kadar N, P dan K cukup tinggi dibandingkan pupuk kandang lainnya.  Kandungan N tiga kali lipat lebih banyak dari pupuk kandang lainnya, karena bagian cair dan padat tercampur menjadi satu, sehingga mampu menambah tersedianya unsur hara bagi tanaman jahe memperbaiki struktur tanah, memacu aktivitas mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Pupuk kandang ayam merupakan pupuk organik lebih baik dibandingkan pupuk kandang lainnya.  Menurut Suryanto (1997)  bahwa pupuk kandang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun serta berat segar.  Pengaruh pupuk kandang 15 ton/ha terhadap berat segar tanaman tertinggi pada pemberian pupuk kandang ayam, kemudian diikuti pupuk kandang kambing, pupuk kandang kerbau dan sapi, juga dilaporkan percobaan dengan tanaman tomat yang menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam lebih baik daripada pupuk kandang lainnya.

Tabel 1.    Rata-rata Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan, Luas Daun dan Bobot Rimpang Segar Pengaruh Perlakuan Jenis Pupuk Kandang

Tabel Kambang 1Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama  tidak berbeda nyata  menurut uji BNJ pada taraf 5 %.

Tabel 2.  Rata-rata Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan, Luas Daun dan Bobot Rimpang Segar Pengaruh Perlakuan Jenis Tanah

Tabel Kambang 2Keterangan : Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama pada  kolom yang sama  tidak berbeda nyata  menurut uji BNJ pada taraf 5 %.

 Kandungan unsur hara pada pupuk kandang  ayam dengan komposisi  berturut-turut N (1,0%) dan P (0,18%) yang lebih besar dibandingkan pupuk kandang sapi N (0,4%) dan P (0,15%) dan kambing N (0,95%) dan P (0,35%) (Lingga, 1994); Sutejo, 1995), saat diaplikasikan untuk pemupukan media tumbuh tanaman jahe, maka jumlah unsur hara  yang dapat diserap oleh akar tanaman jahe juga lebih banyak.  Unsur hara tersebut selanjutnya terlibat dalam proses pembelahan sel, baik sebagai aktifator enzim maupun sebagai substrat pembelahan sel.  Tersedianya hara  makro dan mikro yang lebih baik dari pupuk kandang ayam akan dapat mendukung pertumbuhan yang lebih baik, dan pada akhirnya hasil tanaman juga lebih baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Marschner (1996), bahwa minimal lima persen dari total unsur hara yang diserap oleh tanaman digunakan sebagai substrat penyusunan organ dan jaringan.

Menurut Sitompul dan Guritno (1995), hasil tanaman sangat ditentukan oleh produksi biomassa pada saat masa pertumbuhan tanaman dan pembagian biomassa pada bagian yang dipanen. Produksi biomassa tersebut mengakibatkan pertambahan berat dapat pula diikuti dengan pertambahan ukuran tanaman. Kondisi ini menurut Gardner dkk.. (1991) sangat dimungkinkan apabila pada saat pertumbuhan tanaman, unsur hara dan faktor pendukung lainnya tersedia dan tidak menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan dan pembagian hasil fotosintesis (fotosintat) ke organ hasil berjalan dengan baik.  Hal ini terbukti pemberian pupuk kandang ayam mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada variabel tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun,  dan bobot segar rimpang jahe  (Tabel 1).

Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe

Rata-rata tinggi tanaman dan jumlah anakan    yang dicobakan pada tiga jenis tanah umur 9 MST, 12 MST dan 15 MST (Tabel 2), menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan tanaman jahe yang ditumbuhkan pada 3 jenis tanah yang berbeda, walaupun demikian ada kecenderungan bahwa tanaman jahe yang ditumbuhkan pada tanah gambut memberikan tinggi tanaman dan jumlah anakan yang lebih tinggi.

Perbedaan lingkungan merupakan keadaan yang sering menjadi penyebab keragaman penampilan tanaman di lapangan.  Perbedaan lingkungan terhadap tanaman tidak hanya pada lingkungan yang luas, tetapi juga pada lingkungan yang sempit (Sitompul dan Guritno, 1995).  Perlakuan jenis tanah yang digunakan memberikan penampilan tanaman jahe yang beragam, hal ini ditunjukkan pada masing-masing variabel pengamatan luas daun dan bobot rimpang segar jahe.

Terjadinya perkembangan peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada tanah gambut  dibandingkan dengan lainnya, diduga berhubungan erat dengan perubahan pH sebelum diberi kapur dolomit (4,24) dan sesudah diberi kapur dolomit (5,76).  Menurut Darmawijaya (1997), pH tanah mempunyai pengaruh langsung terhadap ketersediaan beberapa unsur hara dalam tanah, oleh sebab itu peningkatan pH tanah merupakan salah satu faktor penting dalam sistem budidaya tanaman, dan selanjutnya diharapkan struktur tanah menjadi lebih baik dan kehidupan mikroorganisme dalam tanah lebih giat, akibatnya daya melapuk bahan organik menjadi humus lebih cepat.   Perubahan pH dari 4,24 menjadi 5,76 tersebut secara tidak langsung meningkatan ketersediaan unsur hara seperti N, P, dan K, dengan demikian tanaman jahe ini secara genetis mampu menggunakan secara keseluruhan suplai unsur hara yang tersedia di dalam media tersebut sehingga akan memacu pertumbuhan tanaman dan hasil yang ditunjukkan dengan meningkatnya luas daun dan bobot rimpang segar jahe (Tabel 2).

            Tersedianya N, P dan K yang lebih tinggi pada tanah gambut menjadikan tanah ini mampu mendukung pertumbuhan tanaman jahe lebih baik dibandingkan pada tanah alluvial dan ultisol,  khusus unsur N dan P pada tanah gambut kandungannya jauh lebih tinggi melebihi pada tanah alluvial dan ultisol, ini karena pada tanah gambut unsur N dan P bersumber dari bahan organik, berbeda dengan tanah alluvial dan ultisol yang merupakan tanah mineral dengan kandungan bahan organik yang rendah (kurang 20%). Menurut Stevenson (1982) dalam Salampak (1993) bahwa nitrogen dan fosfor yang tinggi pada tanah gambut bersumber dari bahan organik yang tinggi, ditambahkan pula oleh Agustina (1977), bahwa elemen N, P dan K merupakan unsur hara makro esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar oleh tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannnya.

KESIMPULAN

Tidak ada interaksi antara pemberian tiga jenis pupuk kandang dan tiga jenis tanah sebagai  media tumbuh terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe.

Pemberian pupuk kandang ayam mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, pada variabel tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, dan bobot rimpang segar jahe.

Tanah gambut sebagai media tumbuh   mampu meningkatkan   pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada variabel luas daun dan bobot rimpang segar jahe.

SARAN

Penelitian ini menggunakan beberapa jenis pupuk kandang dan pemberian pupuk kandang ayam ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, namun belum diketahui dosis optimun, untuk itu perlu penelitian lanjutan tentang dosis penggunaan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe.

Tanah gambut sebagai media tumbuh  mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, tetapi perlu dikaji tentang penggunaan tanah gambut sebagai lahan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jahe di lapang.

 

Teriamakasih kepada Lembaga Penelitian Unpar Melalui DIPA PNBP Universitas Palangka Raya No.2044A/UN24/PL/2012.   yang telah membiayai penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

 Agustina, L.  1977.  Nutrisi Tanaman.  Rineka Cipta.  Jakarta.

Badan Pusat Statistik.  2011.  Produksi Tanaman Obat-obat menurut Propinsi (kg). http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php ? diakses tgl 22 Maret 2012.

Badan Litbang Pertanian. 2010. http://www.litbang.deptan.go.id/download/one/85/ diakses 22 maret 2012

Darmawijaya, M.I.  1997.  Klasifikasi Tanah.  Gadjah Mada University.  Yogyakarta.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., dan Mitchel, R. L.  1995.  Fisiologi Tanaman Budi-daya. (terjemahan).  UI Press.  Jakarta.

Hanafiah, K.A. 1995. Dasa-dasar Ilmu. Radja Grafindo.  Jakarta.

Hardjowigeno, S.  1995.  Ilmu Tanah.  Akademika Pressindo.  Jakarta.

Lingga,P.  1994.  Pupuk dan Pemupukan.  Penebar Swadaya.  Jakarta.

Marschner, H.  1996.  Mineral Nutriton of Higher Plants.  Academic Press.  London-Tokyo-Toronto.

Rizal, A.  2006.  Keefektifan dan Pola Persistensi Herbisida Metalachor dan Oksifluoerfen Bervriasi Dosis pada Pertanaman Kedelai yang diberi Bahan organic Berbeda Sumber.  Disertasi Program Pasca sarjana UNPAD Bandung

Salampak.  1993.  Studi Asam Fenol Tanah Gambut Pedalaman dari Bereng Bengkel pada Keadaan Anerob. Tesis. Program Pascasarjana IPB.  Bogor.

Setyamidjaja. 1996. Pupuk dan Pemupukan. Simplex. Jakarta.

Sitompul, S. M., dan  Guritno, B.  1995.  Analisis Pertumbuhan Tanaman.  Gadjah Mada University Press.  Yogyakarta.

Suryanto, 1997.  Bahan Organik untuk Budidaya Hortikultura.  Makalah Seminar Ilmiah Nasional Pengembangan Hortikultura.  Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pengembangan Hortikultura dalam rangka Ulang Tahun ke 51 Fakultas Pertanian UGM.  Yogyakarta 25 September 1997.

Sutedjo, MM, 1995. Pupuk dan Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Triwahyuningsih, N.  1994.  Peranan Mikroorganisme dalam Proses Pengomposan.  Makalah Seminar Kelas.  Program Pasca Sarjana UGM Yogyakarta.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: