JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DENGAN KEDELAI (Glycine max L.) PADA BERBAGAI WAKTU TANAM DI LAHAN BERGAMBUT == Trisendi*, Siti Zubaidah**, Hastin Ernawati NCC**
16 Februari 2013, 1:59 pm
Filed under: Penelitian

SISTEM TUMPANGSARI  JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DENGAN KEDELAI (Glycine max L.) PADA BERBAGAI WAKTU TANAM DI LAHAN BERGAMBUT

(Intercropping System Of Sweet Corn (Zea mays saccharata sturt) With Soybean (Glycine max l.) On Various Time Planting In The Peaty Land)

 Trisendi*, Siti Zubaidah**, Hastin Ernawati NCC**

*Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian

** Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian,

Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

 ABSTRACT

This study aims to determine the effect of both soybean planting time on growth and yield of sweet corn and soybean and to determine intercropping sweet corn with soybean which is the most efficient. The study design used were 5 treatments namely monoculture sweet corn, soybean planting time 10 days before planting sweet corn, soybean planting time along with sweet corn, soybean planting time 10 days after planting sweet corn, soybean monoculture. Variables observed on soybean were plant height, leaf number, leaf area, dry weight, number of pods, seed weight. While sweet corn were plant height, leaf number, leaf area, dry weight, cob weight. The results showed that intercropping soybean planting time 10 days before planting sweet corn influenced plant height, number of seed per plot, seed weight per plot and seed weight per plant. The best planting time for intercropped soybean with sweet corn was  soybean planting time 10 days before planting sweet corn  treatment with LER value 1.41.

 Keywords: Intercropping, sweet corn, soybeans, planting time, peaty land.

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dan kedelai serta mengetahui tumpangsari jagung manis dengan kedelai yang paling efisien. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu monokultur jagung manis, waktu tanam kedelai 10 hari sebelum tanam jagung manis, waktu tanam kedelai bersamaan dengan jagung manis, waktu tanam kedelai 10 hari setelah tanam jagung manis, monokultur kedelai. Variabel yang diamati pada kedelai adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot brangkas kering, jumlah polong, bobot biji. Sedangkan jagung manis adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot brangkas kering, bobot tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam kedelai dalam sistem tumpangsari jagung manis dan kedelai berpengaruh nyata pada bobot tongkol jagung manis per petak. Sedangkan pada tanaman kedelai berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong, bobot biji per petak dan bobot biji per pertanaman. Saat tanam yang paling baik adalah perlakuan waktu tanam kedelai 10 hari sebelum tanam jagung manis dengan nilai NKL 1,41.

 Kata kunci : Tumpangsari, jagung manis, kedelai, waktu tanam, lahan bergambut.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: