JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


JAMUR KONSUMSI LOKAL PADA DAERAH KALAMPANGAN DAN POTENSINYA TERHADAP PATOGEN Colletotrichum capsici == Adrianson Agus Djaya*, Yanetri Asi Nion, Ici Piter Kulu dan Sumarlan
16 Februari 2013, 2:11 pm
Filed under: Penelitian | Tag:

JAMUR KONSUMSI LOKAL PADA DAERAH KALAMPANGAN DAN POTENSINYA TERHADAP PATOGEN Colletotrichum capsici

(Local Edible Mushrooms in Kalampangan and Its Potential Against Pathogen Colletotrichum capsici)

Adrianson Agus Djaya*, Yanetri Asi Nion, Ici Piter Kulu dan Sumarlan

Program Studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,

Unviersitas Palangka Raya, Indonesia

*adriansondj@yahoo.com

ABSTRACT

Study of biological diversity, dominance, ecological, and to get local edible mushroom isolates, then to know the ability of mushroom isolates in suppressing the pathogen Colletotrichum capsici were done in July 2010 to February 2011​​. Observation method used in the field, then continued in the laboratory for activity in vitro. Biodiversity index (H’) and dominance index (C) of local edible mushrooms Kalampangan, both located at the former location of fire (the value of H’= 0.22 and the value of C= 0.18) and unburned locations (the value of H’= 0,29, and the value of C= 0.07) was still low. The types of local edible mushroom of the interview there were eight known types of mushroom such as kulat siau, kulat bantilung, kulat kritip, kulat bitak (Ear mushroom), kulat puti (oyster mushroom), kulat bango, kulat maharu, and kulat mata pelanduk (mushroom name in Dayak Ngaju language), but the type of edible mushroom found during the observation there were only two types namely kulat kritip (Schizophyllum commune) and kulat bitak (Auricularia sp). Both fungi are living huddled on wooden sticks, twigs die, the dead stump. Kulat kritip was more dominant than bitak. Kulat kritip dominant grows on burned sites but kulat bitak prefer on unburned sites. Antagonist dual culture test results showed that the kulat kritip isolates inhibited the growth of pathogenic C. capsici to 41%, whereas the kulat bitak not have the ability to suppress pathogen.

Key words: Local edible mushroom, Kalampangan, potential, Colletotrichum capsici

 

ABSTRAK

Penelitian untuk mengetahui keanekaragaman hayati, dominasi, ekologi, dan mendapatkan isolat jamur konsumsi lokal serta mengetahui kemampuan isolat jamur konsumsi lokal dalam menekan patogen Colletotrichum capsici pada bulan Juli 2010 sampai Februari 2011 telah dilakukan. Metode observasi digunakan di lapangan yang kemudian dilanjutkan di laboratorium untuk kegiatan uji in vitro. Indeks keanekaragaman hayati (H) dan indeks dominasi (C) jamur konsumsi lokal pada daerah Kalampangan, baik yang berada di lokasi bekas terbakar (nilai H’= 0,22 dan nilai C= 0,18) maupun lokasi tidak terbakar (nilai H’= 0,29 dan nilai C= 0,07) masih rendah. Jenis-jenis jamur konsumsi lokal hasil wawancara diketahui ada delapan jenis yaitu kulat siau, kulat bantilung, kulat kritip, kulat bitak (jamur kuping), kulat puti (jamur tiram), kulat bango, kulat maharu dan kulat mata pelanduk (nama jamur dalam bahasa Dayak Ngaju), tetapi jenis jamur yang ditemukan selama pengamatan hanya terdapat dua jenis yakni kulat kritip (Schizophyllum commune) dan kulat bitak (Auricularia sp). Kedua jamur tersebut hidup bergerombol pada batang kayu, ranting mati, tunggul kayu yang mati. Kulat kritip lebih dominan dari pada kulat bitak. Kulat kritip dominan tumbuh di lokasi bekas terbakar, sedangkan kulat bitak dominan tumbuh di lokasi yang tidak terbakar. Hasil uji antagonis dual culture menunjukkan bahwa isolat kulat kritip mampu menghambat pertumbuhan patogen C. capsici sampai 41%, sedangkan isolat kulat bitak tidak mempunyai kemampuan dalam menekan patogen.

Kata kunci : Jamur konsumsi lokal, Kalampangan, potensi, Colletotrichum capsici


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: