JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI SIRSAK TEMBAKAU MENGIMBAS KETAHANAN BUAH CABAI BESAR PASCAPANEN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA == Rahmawati Budi Mulyani dan Adrianson Agus Djaya
16 Februari 2013, 2:09 pm
Filed under: Penelitian | Tag:

EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI SIRSAK TEMBAKAU  MENGIMBAS  KETAHANAN BUAH CABAI BESAR PASCAPANEN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA

(Effectiveness  Soursop Tobacco Phytopesticides Induce Resistance To Antracnose Disease

On Pepper Postharvest)

Rahmawati Budi Mulyani dan Adrianson Agus Djaya

Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Email :  rahmawati.mulyani@yahoo.com

 ABSTRACT

Anthracnose disease on pepper cause reduce production to 60%. Another alternative for disease control is to use phytopesticides from plants. Soursop and tobacco is a plant species that can be used as a phytopesticide materials, because these plants produce secondary metabolites such as phenols and alkaloids.  The application extracts of soursop tobacco on generative phase induce pepper plants resistance against infection of pathogen anthracnose in storage. Testing method in the laboratory use method of dye and test the effectiveness of extracts in vitro using Completely Randomized Design Simplified with E0 = not application soursop tobacco extracts and E1 = with application soursop tobacco  extract. Results show there is not difference from the treatment was observed. However, application of soursop tobacco extracts still have a tendency to slow incubation period (4.29 days to 5.26 days), reduce the  anthracnose wide symptoms (22.47%), lowering the disease intensity to be 82.5%, inhibits the growth diameter of the colony of C. capsici (9.3%) and reduce the number of germinated conidia (31.8%). Soursop tobacco extract is applied to the generative phase not been able to optimally induce resistance and protect against post-harvest pepper anthracnose disease.

Key words: phytopesticide,  induce resistance, anthracnose disease

 

ABSTRAK

Penyakit antraknosa pada tanaman cabai dapat menurunkan produksi sampai 60%.  Alternatif cara pengendalian penyakit tersebut adalah dengan pemanfaatan pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan seperti sirih dan tembakau. Tumbuhan ini menghasilkan senyawa metabolit sekunder berupa fenol dan alkaloid. Aplikasi ekstrak sirih dan tembakau pada saat tanaman cabai memasuki fase generatif diharapkan dapat mengimbas ketahanan buah cabai  terhadap infeksi patogen antraknosa (C. capsici) di penyimpanan. Pengujian di laboratorium menggunakan metode celup dan uji efektivitas ekstrak secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap Sederhana dengan perlakuan E0 = tidak diaplikasi ekstrak sirsak tembakau dan E1 = aplikasi ekstrak sirsak tembakau. Tidak terdapat perbedaan yang nyata dari perlakuan ekstrak sirsak tembakau terhadap parameter yang diamati, namun demikian aplikasi ekstrak sirsak tembakau cenderung memperlambat masa inkubasi (4,29 hari menjadi 5,26 hari), mengurangi luas gejala antraknosa (22.47 %), menurunkan intensitas serangan penyakit menjadi 82,5%, menghambat pertumbuhan diameter koloni C. capsici (9,3%) dan mengurangi jumlah konidia yang berkecambah (31,8%).  Ekstrak sirsak tembakau yang diaplikasikan pada fase generatif tanaman cabai belum mampu secara optimal mengimbas ketahanan dan melindungi buah cabai pasca panen terhadap penyakit antraknosa.

Kata kunci  :  pestisida nabati, ketahanan terimbas, penyakit antraknosa


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Excellent web site you have here.. It’s hard to find quality writing like yours nowadays. I honestly appreciate individuals like you! Take care!!

Komentar oleh search engine optimization




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: