JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


Volume 12 Nomor 1 Maret 2011 == ANALISIS SERANGAN TIKUS SAWAH PADA TANAMAN PADI == MELHANAH
11 Maret 2012, 6:27 am
Filed under: Penelitian

ANALISIS SERANGAN TIKUS  SAWAH PADA TANAMAN PADI SELAMA MUSIM KEMARAU DAN MUSIM HUJAN DI KALIMANTAN TENGAH

(Analysis  of  rat attack on rice plant During dry and  rainy season in central kalimantan) Melhanah1), Warismun2)  dan Giyanto1)

1) Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

2) Balai PerlindunganTanaman pangan  dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah

Email : memel_mem@yahoo.com

ABSTRACT

The objective of the study was  to analyze the rat attack on rice plant during the dry season and rainy season in Central Kalimantan Province. The data collected consists of 13 districts and 1 city in the province of Central Kalimantan. Data during the period of 7 (seven) years (2002-2008) obtained 12 data sets the planting season, which comprised 6 dry season and 6 rainy season. The results showed that: Exposure category CE), ie the sum of all levels of attack (Light, Medium, Heavy and Puso) and Puso attack rate (P), frequency of  rat attack (F)  and rats endemic areas encountered attacks during the rainy season it is more common than the dry season.

Keywords: Analysis of the attack,  rat field, rice plant, dry and rainy seasons

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serangan tikus pada tanaman padi selama musim kemarau dan musim hujan di Provinsi Kalimantan Tengah.   Data yang dikumpulkan terdiri atas 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Data selama periode 7 (tujuh) tahun (2002-2008) diperoleh kumpulan data 12 musim tanam, yang terdiri 6 musim kemarau dan 6 musim hujan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kategori Terkena (T), yaitu jumlah dari seluruh tingkat serangan (Ringan, Sedang, Berat dan Puso) dan tingkat serangan Puso (P),  Frekuensi serangan tikus (F), serta daerah serangan endemis tikus  yang dijumpai pada musim hujan justru lebih banyak terjadi dibandingkan musim kemarau.

Kata kunci:  Analisis serangan,tikus sawah, tanaman padi, musim kemarau dan hujan

 PENDAHULUAN

Pengembangan produksi padi dewasa ini terus ditingkatkan karena usahatani padi dapat memberikan keuntungan yang cukup tinggi,  dan  dapat dijadikan sumber pendapatan petani.  Data luas panen tanaman padi di Kalimantan Tengah tahun 2007 seluas 229.343 ha dengan produksi sebanyak 561.780 ton dan produktivitas 24,50 ku.ha-1.   Berdasarkan sebaran luas padi, panen terluas terdapat  di wilayah kabupaten Kapuas  dengan luas 93.242 ha dan Pulang Pisau 27.520 ha (Anonim, 2008b).

Dalam usaha peningkatan produksi padi di Kalimantan Tengah,terdapat beberapa kendala salah satunya yaitu serangan hama tikus. Tikus merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi di Kalimantan Tengah sehingga harus diperhitungkan dalam setiap budidaya tanaman padi, karena tingkat serangannya selalu dominan  pada setiap musim tanam, baik musim kemarau maupun musim penghujan.  Tikus  menyerang pertanaman  padi sejak stadia persemaian,  hingga vegetatif dan generatif, bahkan sampai padi yang disimpan di gudang  (Anonim, 2003;Anonim,2006  dan Anonim,2008a.). Kumulatif   luas tambah serangan tikus pada tanaman padi di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2010 mencapai 1239,83 Ha (Anonim, 2010)

Kerusakan tanaman padi karena serangan tikus pada fase vegetstif  terjadi akibat batang padi digigit/dipotong.  Seekor tikus dapat merusak antara 11-176 batang padi per malam.  Sedangkan pada fase generatif pada saat bunting kemampuan merusak meningkat, menjadi 24-246 batang per malam.  Pada kerusakan berat akibat, biasanya hanya tersisa beberapa baris tanaman  terutama pada bagian tepi (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman,1992 dan 2001).

Upaya pengendalikan tikus perlu disusun strategi pengendalian yang tepat sesuai dengan skala prioritas berdasarkan kategori serangan. Dalam rangka menyediakan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat perencanaan dalam pengambilan kebijakan pengendalian tikus di Kalimantan Tengah, maka dilakukan analisis dan identifikasi daerah penyebaran serangan tikus di Provinsi Kalimantan Tengah.

Tujuan dari penelitian  ini  adalah: 1). Menganalisis data terkena (T)  dan puso (P) akibat serangan tikus pada musim kemarau dan musim hujan; dan 2). Menganalisis  daerah penyebaran serangan tikus pada tanaman padi di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan frekuensi dan  daerah serangannya (endemis, sporadik, potensial dan aman).

BAHAN DAN  METODE

Penelitian ini dilaksanakan di Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Tengah, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, pada bulan November 2009 sampai dengan Januari 2010.

Bahan-bahan yang digunakan adalah data sekunder, meliputi data kerusakan tanaman padi akibat serangan tikus berupa luas tambah serangan (LTS) dalam satuan hektar (Ha), menurut kabupaten/kota (K).   Kategori data serangan tersebut terbagi dalam 4 (empat) yaitu : ringan (R), sedang (S), berat (B) dan puso (P).   Data yang diolah dan dianalisis sebanyak 14 lokasi yang terdiri atas 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah.  Selama periode 7 (tujuh) tahun (April 2002 sampai Maret 2008) dapat diperoleh kumpulan data 12 musim tanam yang terdiri dari 6 musim kemarau (data serangan dari bulan April sampai September) dan 6 musim hujan (data serangan dari bulan Oktober sampai Maret).

Analisis data terdiri dari  tiga (3) tahap yaitu: Tahap pertama; Rekapitulasi dan tabulasi data.  Tahap kedua: Menghitung kumulatif luas tambah serangan (KLTS), jumlah dari seluruh tingkat serangan (Ringan, Sedang, Berat dan Puso) di kelompokkan ke dalam kategori Terkena (T) dan untuk tingkat serangan Puso (P) dikelompokkan sendiri dalam kategori Puso. Tahap ketiga: menghitung data serangan berdasarkan musim tanam.   Data yang telah terkumpul, selanjutnya dibuat tabulasi menurut musim tanam, baik musim kemarau (MK) maupun musim hujan (MH).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Terkena serangan  (T) Tikus Pada Musim Kemarau dan Musim Hujan

Terkena serangan (T) adalah total luas kerusakan tanaman karena serangan  tikus  berupa kategori serangan ringan, sedang, berat dan puso.  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa  serangan tikus selama musim  hujan  justru lebih meningkat dibandingkan pada musim kemarau (Tabel 1 dan 2).

Serangan tertinggi tikus pada tanaman padi selama 6 (enam) musim kemarau dijumpai pada Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2007 dan pada Kabupaten Murung Raya dan Kota Palangka Raya tidak penah dijumpai serangan Tikus (Tabel 1).  Pada musim hujan terjadi peningkatan serangan tikus yang sangat tajam hingga mencapai 224% bila dibandingkan serangan tikus pada musim kemarau.  Serangan tertinggi tikus pada musim hujan dijumpai pada Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2005/6 dan pada Kota Palangka Raya tidak pernah dijumpai serngan Tikus (Tabel 2) dan Gambar 1.

Ket : (1) Kapuas; (2) P.Pisau.; (3) Gunung Mas; (4)   Ktw. Timur;  (5) Seruyan; (6) Katingan; (7) Ktw. Barat; (8)  Lamandau; (9)  Sukamara; (10) Barito Selatan; (11)  Barito Timur; (12) Barito Utara; (13) Murung Raya; (14) Kota P.Raya

Ket : (1) Kapuas; (2) P.Pisau.; (3) Gunung Mas; (4) Ktw. Timur; (5) Seruyan; (6) Katingan; (7) Ktw. Barat; (8) Lamandau; (9) Sukamara; (10) Barito Selatan; (11) Barito Timur; (12) Barito Utara; (13) Murung Raya; (14) Kota P.Raya

Gambar 1. Grafik  rata rata serangan tikus selama 6 (enam) musim kemarau dan 6 (enam) musim hujan di Provinsi Kalimantan Tengah

Luas  Serangan Kategori Puso (P) Pada Musim Kemarau dan Musim Hujan

Puso (P) adalah tanaman yang menunjukkan gejala kematian akibat serangan dengan tingkat serangan tikus mencapai >90%.  Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa serangan tikus yang mengakibatkan tanaman puso selama musim hujan lebih luas dibandingkan pada musim kemarau. Meskipun demikian pada musim kemarau tahun 2002, 2003 dan 2005 dari data yang dianalisis tidak ditemukan serangan Puso, demikian juga pada musim hujan tidak dijumpai serangan Puso pada tahun   2002/03; 2003/04; dan 2004/05 (Tabel 3).

Tabel 1.     Data luas tekena (T) serangan tikus selama 6 (enam) musim kemarau (2002-2007) di Provinsi Kalimantan Tengah

No.

Kabupaten/Kota

Luas Tanaman (Ha)Terkena Serangan ( T = R + S + B + P )

Musim Kemarau

2002

2003

2004

2005

2006

2007

1. Kapuas 83.45 179.70 60.75 139.35 61.87 45.00
2. Pulang Pisau 0.00 106.00 85.00 22.00 14.00 287.00
3. Gunung Mas 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 15.55
4. Ktw. Timur 10.80 15.90 12.70 19.50 9.75 26.20
5. Seruyan 0.00 0.00 0.00 0.00 8.45 0.00
6. Katingan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 11.50
7. Ktw. Barat 0.00 15.80 3.75 2.50 19.25 49.15
8. Lamandau 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 3.00
9. Sukamara 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
10. Barito Selatan 22.60 35.50 26.50 67.50 7.50 15.00
11. Barito Timur 0.00 7.50 7.00 1.70 9.80 29.00
12. Barito Utara 1.83 1.25 5.50 4.30 5.50 2.28
13. Murung Raya 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
14. Palangka Raya 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

Jumlah

118.68

362.15

201.20

256.85

136.12

483.68

Sumber :    Anonim, 2002-2008. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah  Mulai Tahun 2002/20003 sampai dengan Tahun 2007/2008.

Tabel 2.  Data luas terkena (T) serangan tikus dari kategori ringan sampai dengan puso selama 6 (enam) musim hujan (2002/2003-2007/2008) di Provinsi Kalimantan Tengah

No.

Kabupaten/Kota

Luas Tanaman (Ha) Terkena Serangan ( T = R + S + B + P )

Musim Hujan

2002/03

2003/04

 2004/05

2005/06

2006/07

2007/08

1.

Kapuas

69.50

40.00

29.55

7.50

69.20

10.95

2.

Pulang Pisau

29.00

226.00

21.00

1.00

12.00

118.30

3.

Gunung Mas

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

18.50

4.

Ktw. Timur

49.50

145.90

324.10

83.50

42.60

65.03

5.

Seruyan

0.00

26.50

0.00

1.00

2.00

342.25

6.

Katingan

0.00

5.00

2.00

18.50

15.00

48.50

7.

Ktw. Barat

13.75

67.65

12.65

68.00

34.25

133.90

8.

Lamandau

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

45.00

9.

Sukamara

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

10.

Barito Selatan

300.00

584.50

50.00

643.50

54.50

415.60

11.

Barito Timur

151.20

176.95

120.00

119.00

83.30

131.10

12.

Barito Utara

32.45

19.50

16.75

5.50

11.00

6.50

13.

Murung Raya

0.00

0.00

0.00

0.50

0.50

0.00

14.

Palangka Raya

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

Jumlah

645.40

1.292.00

576.05

948.00

324.35

1.335.63

Sumber : Anonim,2002-2008. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah  Mulai Tahun 2002/20003 sampai dengan Tahun 2007/2008.

Frekuensi serangan tikus pada musim hujan lebih banyak terjadi dibandingkan musim kemarau. Daerah  serangan endemis hama tikus pada musim kemarau teridentifikasi pada Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, sedangkan pada musim hujan daerah endemis serangan tikus teridentifikasi  pada Kabupaten Kotawaringin Timur. Barito Selatan dan Barito Timur.  Daerah Serangan adalah lokasi serangan tikus yang ditetapkan berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan. Daerah serangan dibagi ke dalam kategori daerah endemis, sporadis, potensial dan aman (Tabel 4).

 Frekuensi serangan (F) tikus dan Daerah serangan Pada Musim Hujan dan Kemarau

Berdasarkan hasil evaluasi relatif tingginya angka kerusakan tanaman padi akibat serangan tikus dan frekuensi (banyaknya kejadian) serangan tikus pada setiap musim tanam pada beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah baik musim kemarau (April-September) maupun musim penghujan (Oktober-Maret) teridentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang timbul di lapangan. antara lain yaitu: a).     Berkurangnya budaya gropyokan tikus. padahal gropyokan tikus dapat mengurangi populasi tikus;  b).         Tanam tidak serempak, walaupun
masyarakat tani relatif paham bahwa tanam serempak dapat mengurangi resiko kerusakan oleh hama tikus, tetapi di lapangan relatif sulit dilaksanakan dan hanya sebagian kecil petani yang melaksanakan tanam serempak; c). Sanitasi lingkungan kurang diperhatikan. Sanitasi lingkungan dilakukan dalam bentuk membersihkan semak-semak dan rerumputan, membongkar liang dan sarang serta tempat perlindungan lainnya. Dengan lingkungan yang bersih, tikus akan merasa kurang mendapat tempat berlindung, d).Berkurangnya musuh alami tikus di lapangan. Di lapangan musuh alami tikus relatif cukup banyak dijumpai. Musuh alami yang dapat memberikan prospek yang baik adalah burung hantu (Tyto alba) karena daya membunuhnya yang tinggi dan dapat dikembangbiakan. Musuh alami lainnya adalah ular, kucing dan anjing. Khususnya ular, populasinya sudah semakin sedikit akibat seringnya di bunuh oleh manusia. Oleh sebab itu usaha konservasinya perlu ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan baik bagi petani maupun masyarakat lainnya.

Kategori Terkena Serangan (T), yaitu jumlah dari seluruh tingkat serangan (Ringan, Sedang, Berat dan Puso) dan tingkat serangan Puso (P).  Frekuensi serangan tikus, serta kategori daerah endemis  yang dijumpai pada musim hujan justru lebih banyak terjadi dibandingkan musim kemarau. Kondisi ini merupakan kondisi yang tidak normal, biasanya tingkat maupun frekuensi serangan lebih banyak dijumpai pada musim kemarau.  Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan (Pusat Informasi Pengembangan Lahan Gambut Pertanian, 1999)  serangan tikus pada pertanaman padi di musim kemarau sangat tinggi (rata-rata 74%), bahkan tidak jarang tanaman menjadi puso. Di musim hujan serangannya lebih kecil paling tinggi 40%.

Tingginya serangan tikus pada musim hujan  diduga karena adanya dampak kejadian iklim ekstrim. Iklim ekstrim diartikan sebagai suatu kondisi dimana salah satu atau beberapa unsur iklim secara signifikan berbeda dengan kondisi normalnya (rata-rata) dan menyebabkan resiko pertanian dan atau perubahan signifikan terhadap kegiatan teknologi budidaya dan produksi pertanian. Fenomena El-Nino (terjadinya kemarau panjang dan atau sangat rendahnya curah hujan dibanding keadaan normal) pada umumnya menyebabkan mundurnya awal musim hujan (Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2006).

Tabel 3. Data luas puso (P) serangan tikus selama 6 (enam) musim kemarau dan 6 (enam) musim hujan  di Provinsi Kalimantan Tengah

No.

Kabupaten/Kota

 Luas Serangan (Ha) Kategori Puso ( P )

Musim Kemarau

Musim Hujan

2004

2006

2005/06

2006/07

2007/08

1.

Kapuas

0

3

0

0

0

2.

Pulang Pisau

0

0

0

0

0

3.

Gunung Mas

0

0

0

0

0

4.

Kotawaringin Timur

0

0

0

0

0

5.

Seruyan

0

0

1

2

30

6.

Katingan

0

0

0

0

0

7.

Kotawaringin Barat

3

3.5

0

0

0

8.

Lamandau

0

0

0

0

0

9.

Sukamara

0

0

0

0

0

10.

Barito Selatan

0

0

0

0

0

11.

Barito Timur

0

0

0

0

0

12.

Barito Utara

0

0

0

0

0

13.

Murung Raya

0

0

0

0

0

14.

Palangka Raya

0

0

0

0

0

Jumlah

3

6.5

1

2

30

Sumber : Anonim.2002-2008. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah  Mulai Tahun 2002/20003 sampai dengan Tahun 2007/2008. Palangka Raya.

Tabel 4.  Frekuensi serangan (F) dan Daerah serangan tikus pada tanaman padi di Kalimantan Tengah selama 6 (enam) musim kemarau dan 6 (enam) musim hujan.

No.

Kabupaten

/Kota

FS MK

FS MH

Kategori daerah serangan musim

kemarau

Kategori daerah serangan musim hujan

1. Kapuas

6

6

Endemis

Sporadis

2. Pulang Pisau

5

6

Endemis

Sporadis

3. Gunung Mas

1

1

Potensial

Potensial

4. Ktw. Timur

6

6

Sporadis

Endemis

5. Seruyan

1

4

Potensial

Sporadis

6. Katingan

1

5

Potensial

Sporadis

7. Ktw. Barat

5

6

Sporadis

Sporadis

8. Lamandau

2

1

Potensial

Potensial

9. Sukamara

0

0

Aman

Aman

10. Barito Selatan

6

6

Sporadis

Endemis

11. Barito Timur

5

6

Sporadis

Endemis

12. Barito Utara

6

6

Sporadis

Sporadis

13. Murung Raya

0

2

Aman

Potensial

14. Palangka Raya

0

0

Aman

Aman

Kal. Tengah

44

55

Sumber :         Anonim.2002-2008. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah  Mulai Tahun 2002/20003 sampai dengan Tahun 2007/2008. Palangka Raya. Ket.FSMK = Frekuensi serangan musim kemarau; FSMH = Frekuensi serangan musim hujan

Tabel 5.    Rata-rata curah hujan dan hari hujan di Provinsi Kalimantan Tengah periode 2002-2008

Tahun

Curah Hujan

Hari Hujan

Keterangan

2002/2003

75.65

5.36

Bulan Kering

2003/2004

126.94

9.30

Bulan Lembab

2004/2005

151.45

8.05

Bulan Lembab

2005/2006

153.59

9.15

Bulan Lembab

2006/2007

104.97

5.67

Bulan Lembab

2007/2008

102.49

6.00

Bulan Lembab

Ket :     (Oldeman, 1975 dalam Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Pangan,2000)Curah hujan > 100 mm. bulan lembab untuk tanaman palawijaCurah hujan  > 200 mm. bulan basah untuk tanaman padi sawahCurah hujan < 100 mm/bulan. bulan kering

Data pengamatan dan pengolahan mengacu pada musim kemarau (data serangan dari bulan April sampai September) dan  musim hujan (data serangan dari bulan Oktober sampai Maret). Hasil analisis data jumlah curah hujan dan hari hujan rata rata tiap tahun di Provinsi Kalimantan Tengah disajikan pada Tabel 5.

Analisa data menunjukkan bahwa. meskipun disebut musim hujan tetapi rata rata jumlah curah hujan sedikit dan tidak mencapai bulan basah, bulan yang ideal untuk pertanaman padi.

 KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil  analisis serangan tikus sawah pada pertanaman padi selama musim kemarau dan  musim hujan  di Provinsi Kalimantan Tengah dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.    Serangan tikus selama 7 tahun terakhir (2002-2008)  yang terdiri dari 6 musim kemarau dan 6 musim hujan  telah menimbulkan kerusakan dan kerugian pada tanaman padi di Provinsi Kalimantan Tengah yang tersebar di 11 kabupaten (78.57%) pada musim kemarau dan 12 kabupaten (85.71%) pada musim hujan.

2.    Rata-rata tertinggi serangan tikus pada tanaman padi selama 6 musim kemarau seluas 95.02 ha terjadi di kabupaten Kapuas. sedangkan pada musim hujan seluas 341.35 ha terjadi di kabupaten Barito Selatan.

3.    Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pada musim kemarau. daerah endemis  terdapat di kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. dan pada musim hujan daerah endemis terdapat di  kabupaten Kotawaringin Timur. Barito Selatan dan Barito Timur.

 Saran

Pengendalian hama tikus pada tanaman padi selain teknologinya harus dikuasai. tidak kalah pentingnya adalah pelaksanaan pengendalian di tingkat petani  yang dilaksanakan secara berkelompok dan bukan perorangan  pada areal yang seluas-luasnya. serentak. tepat waktu dan berkelanjutan.

 DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1993. Pengendalian Tikus Dengan Bubu dan Strategi Pengendalian Penggerek Batang Padi-Brosur Cara Pengendalian Perlindungan Tanaman. Balai Proteksi Tanaman Pangan VIII Banjarmasin Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan. Banjarbaru. Hal. 1-2.

_________.2002-2008. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah  Mulai Tahun 2002/20003 sampai dengan Tahun 2007/2008. Palangka Raya.

________. 2006. Pemetaan Daerah Penyebaran Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Padi Di Kalimantan Tengah. Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah. Palangka Raya. Hal 1. Tidak dipublikasikan.

_________. 2008a. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007. Palangka Raya.

_________. 2010. Laporan Tahunan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010. Palangka Raya.

_________. 2008b. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2007. Palangka Raya.

Direktorat Bina Perlindungan Tanaman. 1992. Pedoman Pengenalan dan Pengendalian Hama Tikus. Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta. Hal. 1-5, 9-10, 13-14, 16, 42.

_________.  2001. Hama Tikus dan Pengendaliannya. Direktorat Perlindungan Tanaman. Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan. Departemen Pertanian. Jakarta. Hal. 1-4, 6, 10, 14.

_________. 2006. Pedoman Mitigasi Dampak Fenomena Iklim. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Departemen Pertanian. Jakarta. Hal. 16.

Pusat Informasi Pengembangan Lahan Gambut Pertanian. 1999. Hama Tikus dan Pengendaliannya. Kantor Wilayah Departemen Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya. Hal. 5, 10, 13.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: