JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


Periode Kritis Jagung Manis …. Syahrudin
2 April 2010, 3:41 am
Filed under: Penelitian

PERIODE KRITIS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) TERHADAP PERSAINGAN GULMA PADA DUA SISTEM OLAH TANAH YANG BERBEDA DI LAHAN GAMBUT

(Critical period of Sweet Corn to Weed Competition on Two tillage systems on Peatland)

Syahrudin

Dosen Budidaya Pertanian Universitas Palangka Raya

ABSTRACK

The purpose of this research is two know the critical period of swet corn to wednes competition at two system process in the sifferent land in peatland. This research used Split Plot Design. As the main plot is processing which corsists of two levels there are the minimum Tillage and The optimum tillage, while as the sub plot is weeding  which consist of eight levels there are free of the weednes during growth, Free of the weednes during 2 wap week after planting, free of the weednes during 4 wap,free of the weednes during 2 wap, the weednes during crop growth, the weednes during 2 wap, the weednes during 4 wap, the weednes during 6 wap. The result of this research shown that, the interaction between free tim of weednes and the competition of the weednes with two system up land processing it is not influenced on the variable of growth and yield of corn plants which researched and than for the dry weigth of weednes. The significant result showed on the single factor of the time of free weednes and the weednes on the height of plant, number and wide of leaves, dray weight of corn and weednes, weight of corn with husk and witout husk, and 100 grain weight. The critical periode of copetition between sweet corn and weednes appeared on 2 – 4 week after planting and it suppressed weednes up to 38,02%..

Key words : Critical period, weeding, tillage, sweet corn.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode kritis tanaman jagung manis terhadap persaingan gulma pada dua sistem olah tanah yang berbeda di lahan gambut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Sebagai petak utama adalah pengolahan tanah yang terdiri dari 2 Perlakuan, yaitu Olah Tanah Minimum  dan Olah tanah sempurna, sedangkan sebagai anak petak adalah penyiangan yang terdiri dari 8 Perlakuan, yaitu Bebas gulma selama pertumbuhan tanaman, Bebas gulma selama 2 minggu setelah tanam, Bebas gulma selama 4 minggu setelah tanam, Bebas gulma selama 6 minggu setelah tanam, Bergulma selama pertumbuhan tanaman, Bergulma selama 2 minggu setelah tanam, Bergulma selama 4 minggu setelah tanam, dan Bergulma selama 6 minggu setelah tanam. Hasil penelitian  menunjukkan Interaksi antara waktu bebas gulma dan bergulma (penyiangan) dengan dua sistem olah tanah yang berbeda tidak berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan  pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang diamati. Pengaruh terjadi pada faktor tunggal waktu bebas gulma dan bergulma pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan berat 100 biji pipilan dan berat kering gulma. Periode kritis tanaman jagung manis pada tanah gambut yang diakibatkan adanya persaingan dengan gulma terjadi pada umur 2-4 minggu setelah tanam, pengolahan tanah mampu menekan populasi gulma mencapai 38,02 %.

Kata kunci : Periode kritis, penyiangan, pengolahan tanah, jagung manis


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: