JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


SAPUTERA; PENDEKATAN METODE
2 Februari 2009, 6:32 am
Filed under: Penelitian

PENDEKATAN METODE PERMUKAAN RESPONS DALAM MEMPREDIKSI RENDEMEN EKSTRAK BIJI KAMANDRAH (CROTON TIGLIUM L)

(Response Surface Method Approach in Predicting Kamandrah (Croton tiglium L) seed extract yield)

Saputera

Staf Pengajar Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian-Universitas Palangka Raya

E-mail : putracondo@yahoo.com

ABSTRACT

The optimization of Kamandrah seed extract (Croton tiglium L) using Response Surface Method (RSM), based on canonic analysis result, the optimum point was obtained at Maceration time variable code score (X1) 0.25 or the actual Maceration time of 6.49 days and the material/solvent ratio code point (X2) 0.132987 or the actual material/solvent ratio of 1:5.15 gmL-1. The experiment in the laboratory resulted hexane extract of 1.45 g, which was smaller than the response prediction score on stationary point Y=1.47 gmL-1.

Canonic analysis result of the optimum point was achieved at Maceration time 6.21 days and material/solvent ratio of 1 : 6.91 gmL-1. The laboratory experiment resulted ethanol extract of 0.93 g smaller than the response prediction score on stationary point Y = 0.95 gmL-1. Therefore the optimum process condition which produced the highest ethanol extract occurred at Maceration time of 6.21 days and material solvent-1 ratio 1 : 6.91 gmL-1with acquired result of 0.93 g (18.6%).

Key words: Kamandrah, optimation, Maseration, ethanol extract, hexana extract

ABSTRAK

Optimasi perolehan ekstrak biji kamandrah (Croton tiglium L) menggunakan Metode Permukaan Respons berdasarkan hasil analisis kanonik titik optimum diperoleh pada nilai kode peubah waktu Maserasi (X1) adalah 0.25 atau nilai aktual waktu Maserasi 6.49 hari dan nilai kode nisbah bahan/pelarut (X2) adalah 0.132987 atau nilai aktual nisbah bahan/pelarut 1 : 5.15 gmL-1. Dari hasil percobaan laboratorium pada waktu Maserasi 6.49 hari dan nisbah bahan/pelarut 1:5.15 gmL-1menghasilkan ekstrak heksana yang diperoleh sebesar 1.45 g, hasil percobaan lebih kecil dari nilai prediksi respon pada titik stasioner diperoleh Y = 1.47 gmL-1

Hasil analisis kanonik titik optimum diperoleh pada waktu Maserasi 6.21 hari dan nisbah bahan/pelarut 1 : 6.91 gmL-11. Dari hasil percobaan laboratorium pada waktu Maserasi 6.21 hari dan nisbah bahan/pelarut 1 : 6.91 gmL-1 menghasilkan hasil ekstrak etanol yang diperoleh sebesar 0.93 g lebih kecil dari nilai prediksi respon pada titik stasioner diperoleh Y = 0.95 gmL-1. Dengan demikian kondisi proses yang optimum yang menghasilkan hasil ekstrak etanol paling tinggi terjadi pada waktu Maserasi 6.21 hari dan nisbah bahan/pelarut 1 : 6.91 gmL-1l dengan hasil ekstrak yang diperoleh sebesar 0.93 g (18.6%).

Kata Kunci: Kamandrah, optimasi, maserasi, ekstrak etanol, ekstrak heksana


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: