JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


SAPTONO, M.; KONDISI AGRONOMI
2 Februari 2009, 6:31 am
Filed under: Penelitian

KONDISI AGRONOMI TANAMAN UBIKAYU PADA SISTEM AGROFORESTRI

(Agronomy Condition of Cassava in Agroforestry System)

1. Kemampuan Pertumbuhan Ubikayu di Bawah Pohon Umur Lima Tahun

(1. Growth Cassava Capability Under Tree’s Five Years Old)

Mofit Saptono

Staf Pengajar Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya

Email : abahdika@yahoo.co.id

ABSTRACT

Agroforestry is one of cassava technology cultivation in soil having low fertility. Cassava was hoped can make adapted in agroforestry because they are of C3 photosynthesis type. The aims of this research to measure growing of cassava ini agroforestry system. The factorial completely randomized block design with four replication was applied on this research. First factor is tree’s species in agroforestry system i.e mahagony, paraserianthes, rubber and oil palm five years old. Second factor is zona in agroforestry system i.e, zone 1, zone 2 and zone 3. The result shows cassava in agroforestry system has growth obstacle. Under mahagony, rubber and oil palm tree’s, cassava has etiolation. Cassava in under those tree’s are higher 11% but the stem diameter is 21% smaller compare than with monoculture (hight 194 cm and stem diameter 1,6 cm). Under paraserianthes, cassava can’t to grow optimal. Chlorophyll contain in cassava leaf (180 day after planting/DAP) under mahagony, paraserianthes, rubber and oil palm tree’s decreasing 14, 12, 11 and 3% compare than 120 DAP (16.8 µg ml-1).

Key words : tree, growth, cassava, mahagony, teak, paraserianthes, mangium, agroforestry system

ABSTRAK

Agroforestri adalah salah satu teknologi budidaya yang dipergunakan untuk tanaman ubikayu di lahan yang kurang subur. Tanaman ubikayu diharapkan mampu beradaptasi dengan pola tanam agroforestri karena tergolong tanaman dengan fotosintesa pola C3. Penelitian ini bertujuan mengukur pertumbuhan tanaman ubikayu pada sistem agroforestri. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok faktorial dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah jenis pohon pada sistem agroforestri, yaitu : mahoni, sengon, karet, kelapa sawit yang berumur 5 tahun. Faktor kedua adalah zona pada sistem agroforestri, yaitu : zona 2, zona 3 dan zona 4. Hasil percobaan menunjukkan pada sistem agroforestri tanaman ubikayu mengalami hambatan pertumbuhan. Di bawah pohon mahoni, karet dan kelapa sawit tanaman tersebut telah mengalami etiolasi. Tanaman ubikayu di bawah pohon tersebut rata-rata lebih tinggi 11%, namun diameter batang 21% lebih kecil dibanding tanaman pada pola monokultur (tinggi tanaman 194 cm dan diameter batang 1,6 cm). Tanaman ubikayu di bawah pohon sengon tidak mampu tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Kandungan klorofil tanaman ubikayu umur 180 hst di bawah pohon mahoni, sengon, karet dan kelapa sawit jumlahnya mengalami penurunan berturut-turut mencapai 14, 12, 11 dan 3% dibandingkan pada umur 120 hst (16.8 µg ml-1).

Kata kunci : pohon, pertumbuhan, ubikayu, mahoni, sengon, jati, akasia, sistem agroforestri


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: