JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


Munif Ghulamahdi; PENGARUH GENOTIP DAN PUPUK DAUN
2 Februari 2009, 7:49 am
Filed under: Penelitian

PENGARUH GENOTIP DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI PANEN MUDA PADA BUDIDAYA JENUH AIR

(The Effect of Genotype and Foliar Fertilizer on the Growth and Production of Fresh Soybean under Saturated Soil Culture)

Munif Ghulamahdi

Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Telp/Fax (0251) 629353,

E-mail : mghulamahdi@yahoo.com (*Penulis untuk korespondensi)

ABSTRACT

The objective of this experiment was to determine of foliar fertilizer concentration on two soybean genotypes under saturated soil culture. The experiment was conducted in IPB Experimental Station Cikarawang, Bogor, from February to May 2000. This experiment used split plot design with three replication. The mainplot was genotypes consisted of : NS (Nakorn Sawan), and G (Genotype) 10428; and the subplot was foliar fertilizer concentration consisted of : 0, 2, 4, 6, 8 g L-1 water. The genotype effected to the root dry weight at 8 WAP (Week After Planting), stalk and leaf dry weight at 6 WAP, and biomass fresh weight per plot. The growth of G 10428 was higher than NS. The foliar fertilizer concentration only effected to the biomass fresh weight per plot, and the interaction did not effect to the all variables. The highest biomass fresh weight was obtained on 6 g L-1 water.

Key Word :Soybean, genotype, foliar fertilizer and saturated soil culture

ABSTRAK

Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan konsentrasi pupuk daun pada dua genotip kedelai pada budidaya jenuh air. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Bogor, dari bulan Pebruari sampai Mei 2000. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama adalah genotip terdiri dari : NS (Nakorn Sawan) dan G (Genotip) 10428; dan anak petak adalah konsentrasi pupuk daun terdiri dari : 0, 2, 4, 6, 8 g L-1 air. Genotip mempengaruhi bobot kering akar pada 8 MST (Minggu Setelah Tanam), bobot kering batang dan daun umur 6 MST, dan bobot segar biomas per petak. Pertumbuhan G 10428 lebih baik daripada NS. Konsentrasi pupuk daun hanya mempengaruhi bobot segar biomas per petak, dan interaksi tidak mempengaruhi semua peubah. Bobot segar biomas tertinggi diperoleh pada 6 g L-1 air.

Kata Kunci : Kedelai, genotip, pupuk daun, dan budidaya jenuh air


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: