JURNAL ILMIAH AGRI PEAT FAPERTA UNPAR


Pertyumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kedelai == Erina Riak Asie dkk
18 Juni 2011, 3:29 pm
Filed under: Penelitian

PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI ( Glycine max L. Merr.)

PADA TANAH GAMBUT PEDALAMAN DENGAN  PEMBERIAN

KOMBINASI AMELIORAN DAN N, P, K  

(Growth and Yield of three varieties of soybean (Glycine max L. Merr.) on Inland Peat Soil

 Fertilized by  ameliorant combination and N, P, K)

 Erina Riak Asie 1), Titin Apung Atikah1), Hajianur2)

1) Dosen Jurusan BDP Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

               2) Alumni Jurusan BDP Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai pada tanah gambut pedalaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok bifaktorial, faktor pertama adalah kombinasi dosis amelioran dan N, P, K  yang terdiri atas 5 taraf, yaitu A0 : 0 ton ha-1 dolomit + 22,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A1 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A2 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl); A3 : 4 ton ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg ha-1 urea ; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); dan A4 : 4 ton ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg   ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl) ; faktor kedua adalah varietas kedelai (V) terdiri atas 3 varietas, yaitu V1 : varietas Wilis; V2 : varietas Baluran dan V3 : varietas Rajabasa. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi antara pemberian kombinasi dosis amelioran dan N, P, K dengan varietas kedelai  terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Ketiga veriaetas yang diujicobakan memiliki respons yang sama terhadap pemberian amelioran dan N, P, K.  Pemberian kombinasi amelioran bersama pupuk N, P, K dengan dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg ha-1 urea; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl) dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.

Kata kunci: amelioran, N, P, K, varietas kedelai, gambut pedalaman

 

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of the combination of ameliorant and N, P, K on growth and yield of three varieties of soybean in inland peat soil. The design used was randomized block design (RBD) bifaktorial, the first factor is the combination dosage ameliorant and N, P, K which consists of five levels; A0 : 0 ton ha-1 dolomit + 22,5 ton ha-1 chicken manure + (75 kg ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A1 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 chicken manure + (75 kg    ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A2 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 chicken manure + (37,5 kg ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl); A3 : 4 ton ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 chicken manure + (75 kg ha-1 urea ; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); dan A4 : 4 on ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 chicken manure + (37,5 kg   ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl) ; second factor is the soybean varieties, consists of three varieties : V1 : varietas Wilis; V2 : varietas Baluran dan V3 : varietas Rajabasa.  Results showed that there was no interaction between dosage combination of ameliorant and N, P, K with soybean varieties on the growth and yield of soybean. Three varieties tested have a similar response on ameliorant and N, P, K. Giving ameliorant combination with fertilizer N, P, K with a dosage of 2,0 ton ha-1 dolomite + 15,0 ton ha-1 chicken manure + (37,5 kg ha-1 urea, 50 kg ha-1 SP 36; 50 kg ha-1 KCl) can increase growth and yield. 

Keywords: ameliorant, N, P, K, soybean variety, inland peat soil.

 


PENDAHULUAN

 

Kedelai merupakan komoditi tanaman pangan yang penting artinya. Sebagai bahan makanan, kedelai banyak mengandung protein, lemak dan vitamin serta unsur mineral lainnya. Kebutuhan masyarakat akan kedelai setiap tahun terus meningkat baik untuk bahan makanan, keperluan industri maupun untuk bahan makanan ternak. Kebutuhan kedelai dalam negeri tidak seimbang dengan produksinya, sehingga untuk mengatasi hal tersebutIndonesiaperlu mengimpor kedelai. Setiap tahunIndonesiaharus mengimpor kedelai lebih dari 1juta ton (BPS, 2009).

Kendala peningkatan produksi kedelai dalam negeri saat ini semakin beragam.  Konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mempengaruhi luas areal pertanaman kedelai secara nasional.  Perluasan areal pertanaman kedelai masih dimungkinkan, yaitu dengan memanfaatkan tanah-tanah marjinal yang masih tersedia cukup luas, seperti tanah gambut. 

Terbatasnya pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan pertanian karena adanya faktor-faktor pembatas pertumbuhan tanaman, terutama pH dan  kandungan hara yang rendah (Munir, 1996),  sehingga untuk meningkatkan produktivitas tanaman pada kondisi lahan demikian, diperlukan upaya antara lain penanaman varietas unggul yang toleran terhadap kemasaman tanah dan penggunaan amelioran sebagai bahan pembenah tanah serta pemupukan. 

Beragam sifat yang perlu diperbaiki pada tanah gambut pedalamn tidak mungkin hanya dengan aplikasi satu jenis amelioran saja, tetapi diperlukan perpaduan dari beberapa amelioran yang saling bersinergi dan dikombinasikan dengan pemberian pupuk anorganik untuk memperbaiki kendala budidaya kedelai pada tanah gambut.  Beberapa amelioran yang telah digunakan untuk ameliorasi tanah gambut antara lain kapur, abu, tanah mineral, dan pupuk organik.  Menurut Najiyati dkk., (1995),  penggunaan amelioran secara tunggal belum mampu meningkatkan hasil tanaman secara nyata, hal itu disebabkan masing-masing amelioran memiliki kelebihan dan kekurangan.  Selain itu, penggunaan amelioran secara tunggal akan memerlukan dosis yang cukup tinggi.

Penggunaan kapur dan pupuk kotoran ayam akan dapat memperbaiki sifat fisik, biologi dan sifat kimia tanah, namun masih belum mampu menyediakan unsur hara makro seperti N, P dan K yang diperlukan tanaman dalam jumlah relatif besar.  Oleh karena itu, pemberian kombinasi amelioran yang diberikan bersama dengan pupuk N, P, K bervariasi dosis diduga dapat meningkatkan produktivitas tanah gambut melalui perbaikan sifat-sifat tanah tersebut secara keseluruhan.

Bertitik tolak dari uraian tersebut, pengaruh pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K pada tanah gambut pedalaman terhadap tiga varietas kedelai masih perlu dikaji, karena setiap varietas mempunyai tanggapan yang berbeda terhadap lingkungan dan tindakan budidaya.

 

BAHAN DAN METODE

 

Penelitian dilakukan di lahan petani yang bertempat di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.  Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Oktober 2009.

Bahan-bahan yang digunakan adalah benih kedelai (Varietas Wilis, Baluran, Rajabasa), dolomit, pupuk kotoran ayam, pupuk N, P, K, yang bersumber dari Urea, SP-36 dan KCl serta Pestisida. Alat-alat yang digunakan adalah alat pengolahan tanah, alat-alat pemeliharaan dan pengamatan tanaman.

Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah kombinasi dosis amelioran dan N, P, K (A) yang terdiri atas 5 taraf yaitu : A0 : 0 ton ha-1 dolomit + 22,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A1 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg  ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); A2 : 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl); A3 : 4 ton ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg ha-1 urea ; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl); dan A4 : 4 on ha-1 dolomit + 7,5 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg   ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl). Faktor kedua adalah varietas tanaman kedelai (V) yang terdiri atas 3 varietas, yaitu : V1 : varietas Wilis; V2 : varietas Baluran dan V3 : varietas Rajabasa.

Variabel yang diamati adalah luas daun, bobot kering tanaman, dan hasil biji per petak.

Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis sidik ragam (Uji F) pada taraf α. = 0,05. Apabila terdapat pengaruh perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf  α  = 0,05.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Luas Daun

            Luas daun merupakan salah satu variabel yang dapat menjadi indikator pertumbuhan maupun sebagai variabel yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diberikan.

Pengaruh interaksi antara kombinasi amelioran bersama N, P, K dengan varietas terhadap luas daun tanaman kedelai tidak teruji nyata. Sedangkan faktor tunggal pemberian kombinasi amelioran bersama N, P, K berpengaruh nyata.  Luas daun tanaman yang diberi amelioran tunggal berupa dolomit (A0), lebih rendah dibandingkan luas daun tanaman yang diberi dua jenis amelioran, yaitu dolomit dan pupuk kotoran ayam (A1 – A4) pada berbagai kombinasi dosis N, P, K (Tabel 1).

Pemberian kombinasi dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg    ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl) mampu meningkatkan luas daun tanaman dibandingkan dengan perlakukan lainnya, namun tidak berbeda nyata dengan luas daun tanaman yang diberi 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl.

 

Tabel 1. Luas daun (cm2) tiga varietas kedelai pada tanah gambut pedalaman dengan pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K pada umur 42 hst.

Kombinasi

Amelioran (A)

Varietas (V)

 

Rerata

V1

V2

V3

A0

A1

A2

A3

A4

  831,78

1303,31

1256,44

1143,90

1026,57

  997,43

1305,33

1324,89

1227,21

1046,22

  917,34

1632,89

1070,67

1085,33

1002,03

  915,52 a

1413,84 c

1217,33 bc

1152,15 ab

1024,94 ab

Rata-rata

1112,40

1180,22

1141,65

 

BNJ 5 %

A = 259,00

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut uji BNJ α = 0,05

Hal ini menunjukkan bahwa perpaduan dosis amelioran mampu mengurangi pemakaian pupuk anorganik sampai setengan dari dosis rekomendasi.  Pada kombinasi dosis amelioran 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam mampu memperbaiki kondisi kesuburan tanah gambut, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan hara melalui peningkatan pH dan suplai unsur hara dari pupuk kotoran ayam, sehingga dengan setengah dosis rekomendasi N, P, K, yaitu masing-masing sebesar  37,5 kg ha-1 urea ; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl, mampu mendukung pertumbuhan tanaman kedelai yang terlihat dengan semakin besarnya luas daun. Pertambahan luas daun tanaman dengan pemberian kombinasi 2 jenis amelioran merupakan salah satu indikator kecukupan unsur nitrogen yang disuplai oleh pupuk kotoran ayam dan pupuk N yang bersumber dari Urea.  Hal itu ditunjang dengan peningkatan pH tanah akibat pemberian dolomit yang akan semakin meningkatkan ketersediaan unsur N di dalam tanah. Nitrogen merupakan unsur yang dapat mengatur penggunaan fosfor, kalium dan unsur hara lainnya (Rosmarkam dan Yuwono, 2002), sehingga suplai N yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.  Nitrogen berfungsi memperbaiki pertumbuhan vegetatif tananaman dan penting untuk pembentukan protein. Nitrogen merupakan bahan penting penyusun asam amino dan esensial untuk pembelahan dan pembesaran sel (Loveless, 1991), yang karenanya berlangsung pertumbuhan tanaman, antara lain pertambahan luas daun.

 

Bobot Kering Tanaman

Tanaman selama masa hidupnya atau selama masa tertentu membentuk biomassa yang digunakan untuk membentuk bagian-bagian tubuhnya. Oleh karena itu, perubahan akumulasi biomassa dengan umur tanaman yang tercermin melalui bobot kering tanaman akan terjadi sehingga dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan.

            Pengaruh interaksi antara kombinasi dosis amelioran dan N, P, K dengan varietas tidak teruji nyata.  Pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman. Pemberian amelioran tunggal berupa dolomit (A0) belum mampu meningkatkan bobot kering tanaman dibandingkan dengan pemberian 2 jenis amelioran (A1-A4) (Tabel 2).  Hal itu disebabkan karena pemberian dolomit dan pupuk kotoran ayam secara bersamaan akan saling bersinergi untuk memperbaiki kondisi kesuburan tanah gambut pedalaman yang memiliki pH dan kandungan basa yang rendah.  Dolomit adalah salah satu amelioran dengan kandungan Ca2+ dan Mg2+ yang tinggi sehingga mampu meningkatkan kejenuhan basa dan pH tanah.  Sedangkan pupuk kotoran ayam adalah amelioran yang memberikan efek yang baik bagi perbaikan kesuburan tanah gambut karena mengandung unsur hara lengkap.

Kelemahan kapur sebagai amelioran ialah karena kandungan unsur haranya tidak lengkap, sehingga pemberian kapur perlu diikuti dengan pemberian pupuk N, P, K.  Sedangkan kelemahan pupuk kotoran ayam sebagai amelioran adalah karena kemampuannya meningkatkan kandungan basa dan pH terbatas, sehingga memerlukan dosis yang cukup banyak dalam aplikasinya.  Oleh karena itu, pemberian kedua amelioran itu perlu dilakukan secara bersamaan sehingga bisa mengatasi kelemahan dari pemberian tunggal amelioran itu.

 

 

 

Tabel 2.  Bobot kering tanaman (g) tiga varietas kedelai pada tanah gambut pedalaman dengan pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K pada umur 42 hst.

Kombinasi Amelioran (A)

Varietas (v)

 

Rerata

V1

V2

V3

A0

A1

A2

A3

A4

10,49

11,42

12,92

11,62

9,64

11,06

13,89

11,79

11,71

11,90

10,79

13,63

11,55

12,43

11,32

10,78 a

12,98 b

12,09ab

11,92 ab

10,95 a

Rata-rata

11,22

12,07

11,94

 

BNJ 5 %

A = 1,67

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda menurut uji BNJ α = 0,05

 

Diimbangi dengan pemberian pupuk N, P, K akan semakin meningkatkan produkstivitas tanah gambut dalam menunjang pertumbuhan tanaman kedelai yang ditunjukkan dengan semakin tingginya bobot kering tanaman pada tanaman yang diberi dua jenis amelioran dibandingkan dengan tanaman yang hanya diberi amelioran tunggal.  Hal itu berkaitan erat dengan ketersediaan unsur N, P, K akibat perbaikan pH karena pemberian dolomit.  Peran unsur N dan P dalam pertumbuhan sangat penting.  Kekurangan N dan P akan menghambat pertumbuhan tanaman (Fitchner dan Schulze, 1992 ; Bethlenfalvay et al., 1998). Goldsworthy dan Fisher (1996) mengemukakan bahwa pertumbuhan tanaman terlihat pada perkembangan akar, daun dan batang yang berhubungan dengan proses pembelahan sel atau pembentukan jaringan yang dapat dipelajari melalui bobot kering tanaman.  Pembelahan dan pembesaran sel sangat memerlukan unsur hara N, P, dan K.

 

   Bobot Kering Biji per Petak

Pengaruh interaksi antara kombinasi dosis amelioran dan N, P, K dengan verietas tidak teruji nyata. Pengaruh faktor tunggal pemberian amelioran dan N, P, K teruji nyata. Bobot biji yang dihasilkan oleh tanaman yang diberi amelioran tunggal (A0) lebih rendah dibandingkan dengan bobot biji tanaman yang diberi dua jenis amelioran (Tabel 3). 

 

Tabel 3.           Bobot kering biji per petak (g) tiga varietas kedelai pada tanah gambut pedalaman dengan pemberian kombinasi amelioran dan      N, P, K.

Kombinasi Amelioran (A)

Varietas (v)

 

Rerata

V1

V2

V3

A0

A1

A2

A3

A4

61,98

84,27

54,80

74,63

62,63

53,82

103,31

84,13

69,02

68,58

62,86

82,53

77,64

67,25

65,83

59,55a

90,04b

86,18b

70,30a

65,68a

Rata-rata

67,66

75,77

71,22

 

BNJ 5 %

A = 15,67

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda menurut uji BNJ α = 0,05

Hal itu karena adanya sinergi dari kedua jenis amelioran dalam memperbaiki sifat-sifat tanah gambut pedalaman. Sejak pertumbuhannya, tanaman yang diberi dua jenis amelioran (A1 – A4) menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman yang hanya diberi amelioran tunggal (A0).

            Daun merupakan organ tanaman tempat terjadinya proses fotosistesis, dengan semakin luasnya daun tanaman sampai batas tertentu akan diikuti oleh peningkatan proses fotosintesis yang terlihat dengan semakin tingginya bobot kering tanaman. Pemberian dolomit bersama dengan pupuk kotoran ayam mampu meningkatkan pH dan ketersediaan unsur hara. Dengan demikian, ketersediaan unsur hara N, P, K, baik yang berasal dari pupuk kotoran ayam maupun dari pupuk N, P, K, dapat memenuhi kebututahan tanaman, yang terlihat dari lebih luasnya daun tanaman dan lebih beratnya bobot kering tanaman pada ketiga varietas yang diberi kombinasi dua jenis amelioran tersebut. Pasaribu dan Suprapto (1993) mengemukakan bahwa suplai hara N , P, K yang tepat sangat membantu pertumbuhan tanaman untuk mencapai hasil kedelai yang tinggi.  Hasil penelitian Selvakumari et al., (2000) menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat meningkatkan suplai nutrien, memperbaiki aerasi, memperluas zona perakaran dan meningkatkan absorbsi hara sehingga dapat meningkatkan hasil tanaman.

            Bobot biji kering per petak tertinggi diperoleh pada pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K pada dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg    ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl) atau kombinasi dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg    ha-1 urea; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl)

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Kesimpulan

            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan, disimpulkan bahwa dalam upaya perbaikan dan pengembangan budidaya tanaman kedelai pada tanah gambut pedalaman, pemberian dua jenis amelioran yang dipadukan dengan pemberian N, P, K berpengaruh positif bagi pertumbuhan dan hasil tiga varietas kedelai.  Hal itu didukung oleh berbagai hal sebagaimana tercantum dalam butir-butir berikut :

1.  Aplikasi perpaduan dari dua jenis amelioran yang dipadukan dengan pupuk N, P, K mampu bersinergi dan teruji lebih baik bila dibandingkan dengan aplikasi satu jenis amelioran saja. Perpaduan itu mampu meningkatkan luas daun dan bobot kering tanaman serta bobot kering biji per petak.

2.   Ketiga verietas yang diujicobakan memberikan respons yang sama terhadap pemberian kombinasi amelioran dan N, P, K.

3.   Hasil biji kering per petak tertinggi diperoleh pada kombinasi dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (75 kg   ha-1 urea; 100 kg ha-1 SP 36 ; 100 kg ha-1 KCl) atau kombinasi dosis 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37.5 kg   ha-1 urea; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl)

 

Saran

      Berdasarkan hasil penelitian, untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai pada tanah gambut pedalaman dianjurkan untuk menggunakan dosis kombinasi amelioran 2 ton ha-1 dolomit + 15,0 ton ha-1 pupuk kotoran ayam + (37,5 kg   ha-1 urea; 50 kg ha-1 SP 36 ; 50 kg ha-1 KCl).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Badan Pusat Statistik. 2009.  http://www.bps.go.id.

Bethlenfalvay, G.J., M.S. Brown, R.L. Franson, and K.L. Mihara.1998.  The Glycine-Glomus-Bradyrhizobium Symbiosis.  Nutritional Morphological and Physiological Responses of Nodulating Soybean to Georaphic Isolates of Mycorrhyza Fungus Glomus mossae.  Physiol. Plant. 76 : 226-232.

Fitchner, K., and E.D. Schulze.  1992.  The Effect of Nitrogen Nutrition on Growth and Biomass Partititoning of Annuals Originating from Habitats of Differents Nitrogen Availability.  Oecologia 92: 236-241.

Goldssworthy, P.R. dan N.M. Fisher.  1996.  Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik  Terjemahan Tosari. GadjahMadaUniversity Press,Yogyakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lovelles, A. R.  1991.  Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik.  Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

Munir, M.  1996.  Tanah-tanah Utama di Indonesia.  Pustaka Jaya,Jakarta.

Najiyati, S., Lili Muslihat dan IN.N. Suyadiputra.  2005.  Panduan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pertanian Berkelanjutan.  Wetlands International –Indonesia,   Bogor.

Rosmarkam, A dan N.W. Yuwono.  2002.  Ilmu Kesuburan Tanah.  Kanisius, Yogyakarta.

Selvakumari, G., M. Baskar, D. Jayanthi, and K.K. Mathan.2000.  Effect of Integration of Flays with Fertilizers and Organic Manures on Nutrient Availability, Yield and Nutrient Uptake of Rice in Alfisols. J. Indian Soc.  Soil Sci. 48(2):268-278.

Pasaribu, D., dan S. Suprapto. 1993.  pemupukan NPK pada Kedelai. p.159-170. Dalam S. Somaatmadja, Ismunadji, Sumarmo, M.Syam, S.O. manurung, dan Yuswandi (ed.)  Kedelai.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan,Bogor.

 

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: